Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado bersama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) serta Pusat Studi Masyarakat Muslim di Minahasa (PS3M) menggelar diskusi publik, di Lantai 2 Kantor Rektorat IAIN Manado, Rabu (7/8/2019).
Diskusi membahas Multikulturalisme dan Identitas Agama: terkait pengalaman Indonesia-Arab Saudi yang menghadirkan dua pemateri hebat, yaitu Rektor IAIN Manado Delmus P. Salim, Ph.D dan Kepala Penelitian ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora dari King Fahd University of Protroleum and Mineral Arab Saudi, Prof. Sumanto Al-Qurtuby, Ph.D.
Rektor IAIN Manado bapak Delmus P Salim, Ph.D dalam materinya menyampaikan bahwa multikulturalisme itu pada prinsipnya adalah penghargaan terhadap keragaman, tetapi bukan pada sekedar penghargaan pada level berikutnya. “Kita harus menjaga, menghargai identitas keragaman itu,”
Selanjutnya Prof. Sumanto Al-Qurtuby Ph.D, mencoba menjelaskan Multikulturalisme dan Agama sesuai pengalamannya selama berada di Arab Saudi. “Saya sudah 6 tahun mengajar di Arab Saudi, tetapi bukan mengajar Islam, tapi lebih banyak mengajar ilmu Antropologi Budaya. Indonesia itu sendiri diajarkan ke Arab-Arabian kepada mahasiswa dan masyarakat muslim. Sebaliknya dengan saya yang mengajarkan mahasiswa keanekaragaman kebudayaan Indonesia.
Dia menambahkan mengajarkan keanekaragaman budaya itu bukan sesuatu yang mudah. “Saya sendiri merasakan kesulitan, anda bisa bayangkan orang Indonesia mengajarkan budaya Indonesia ke masyarakat Arab yang sama sekali belum mengenal budaya kita,” tuturnya.
Kegiatan ini di hadiri oleh ratusan peserta baik berasal dari Mahasiswa maupun Dosen IAIN Manado. selain itu, tampak juga hadir mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi serta masyarakat umum yang mewakili dari beberapa Ormas keagamaan yang ada di Sulawesi Utara.
