Menghadirkan Prof Nasaruddin Umar, Program Studi Manejemen Dakwah FUAD IAIN Manado menggelar webinar Nasional bertajuk Dai Kini dan Masa Depan: Problematika, Tantangan dan Sertifikasi. Acara yang dilaksanakan pada hari Selasa, (10/11/2020) ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Manado, Bapak Delmus Puneri Salim, MA., M.Res., Ph.D. Dalam sambutannya Rektor IAIN Manado menyampaikan apresiasi pada program studi MD yang telah menyelenggarakan kegiatan yang dinilainya relevan dengan kondisi saat ini.
Selain itu, kepada Prof KH. Nasaruddin Umar, MA., Ph.D. Rektor menyampaikan harapan agar proses yang saat ini sedang ditempuh dan sudah mendapat rekomendasi dari Gubernur dan Ketua DPRD Sulawesi Utara yakni alih status IAIN Manado menjadi UIN Sulawesi Utara mendapat dukungan dari Prof Nasaruddin selaku Imam Besar Masjid Istiqlal dan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama.
Sementara Dr. Edi Gunawan, M.HI, Selaku Dekan FUAD dalam sambutannya secara khusus menyinggung tentang tema webinar ini, “Berdakwah, beramar makruf dan bernahi munkar”. Menurutnya merupakan salah satu fungsi strategis kekhalifahan manusia di muka bumi. Fungsi tersebut akan berjalan seiring semakin kompleksnya problematika kehidupan manusia dari waktu ke waktu.
Dakwah tidak berada pada kelompok masyarakat yang statis, melainkan berada dalam masyarakat yang dinamis sehingga tantangan dakwah pada masa kini semakin luas dan kompleks. Dengan demikian Menurut Dr. Edi Gunawan di akhir sambutannya dakwah harus hadir memberikan solusi alternatif terhadap berbagai problematika umat dalam setiap kondisi di masyarakat.
Melengkapi apa yang disampaikan Dekan FUAD terkait Dakwah, Prof. Nasaruddin menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berdakwah, antara lain; pertama, siapa yang tepat disebut sebagai dai, seperti apa tipikal, karakter dan lain sebagainya agar mendapatkan rating yang bagus agar tidak ditinggalkan sasaran dakwahnya.
Kedua, madú (sasaran dakwah) atau objek dakwah, kita sedang berdakwah dengan siapa, misalnya saja kaum milenial. Ketiga, Materi Dakwah, dai harus mampu memberikan materi dakwah sesuai kebutuhan pendengar. Keempat, Metode dakwah, metode dakwah dapat menggunakan bahasa daerah tempat berdakwah, seperti menggunakan bahasa Manado dalam menyampikan dakwah.
Prof. Nasaruddin selaku narasumber menyampaikan harapan agar Prodi MD bisa menjadi laboratorium dakwah yang bisa menjadi tempat untuk “mengasah gergaji para Mubaligh agar lebih produktif di Sulut”.
Hal itu akan tercapai jika para Mubaligh bisa menyampaikan materi dakwah yang aktual dan memiliki visi yang jelas tentang masa depan masyarakat muslim di Sulawesi Utara. Sehingga kurikulum dakwah harus terus diperbaharui.
