Program Studi

[vc_row][vc_column css=”.vc_custom_1471004146248{margin-bottom: 28px !important;}”][vc_tta_tabs style=”modern” color=”sky” spacing=”5″ gap=”3″ alignment=”center” active_section=”1″ pagination_style=”flat-rounded” pagination_color=”sky” no_fill_content_area=”true” title=”Ilmu Al Qur’an dan Tafsir”][vc_tta_section title=”Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” tab_id=”1470045473842-d7876af7-7eaa”][vc_column_text]SK Dirjen No. Dj.I/52/2011

SELAYANG PANDANG

Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado merupakan salah satu prodi yang sedang berkembang. Dalam sejarahnya, Prodi ini merupakan salah satu jurusan di lingkungan STAIN Manado, kemudian setelah STAIN beralih status menjadi IAIN pada tahun 2015 sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 147 Tahun 2014 tentang Perubahan STAIN Manado menjadi IAIN Manado, maka Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) berubah menjadi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) di bawah naungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dibuka dengan beberapa alasan, yaitu: (1) ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa; (2) sebagai bentuk tanggung jawab akademik sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam untuk mengembangkan kajian dan menyelenggarakan pendidikan dalam bidang study Qur’an; (3) Ilmu al-Qur’an dan Tafsir termasuk jenis ilmu ushuluddin yang sangat populer dan telah menjadi realitas kebutuhan masyarakat muslim; (4) keahlian (kompetensi) dalam kajian al-Qur’an, khususnya Ilmu al-Qur’an dan Tafsir masih sangat dibutuhkan masyarakat muslim; (5) lapangan pekerjaan bagi keahlian Ilmu al-Qur’an dan Tafsir masih banyak, seperti penyuluh agama, pengajar di pondok-pondok pesantren atau sekolah-skolah berbasis agama dengan kekhususan mata pelajaran seperti ‘ulum al-Qur’an, ‘ulum al-hadits, atau kajian kitab kuning dan lain-lain. (6) di Wilayah Manado belum ada perguruan tinggi yang membuka Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir ini. Sampai saat ini (2016) usia Prodi sudah mencapai 4 tahun atau sudah menerima lima angkatan mahasiswa.

Peluang pengembangan Prodi berada pada; (1) Kurikulum yang diterapkan adalah KKNI yang menerapkan semangat pembangunan manusia melalui peningkatan hard/soft skill mahasiswa di dalam kegiatan akademiknya; (2) Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menekankan pembelajaran berbasis pesaantren, serta  lembaga-lembaga baik pemerintah maupun swasta yang menekankan aspek penyuluhan, dapat dijalin kerjasama dengan Prodi ini untuk pengembangan ke depan; (2) lapangan pekerjaan bagi lulusan yang sangat banyak, yakni pengajar, penyuluh, dosen, konsultan agama, dll.

PROFIL LULUSAN

No Profil No Profil
1 Penafsir muda al-Qur’an 3 Peneliti di bidang al-Qur’an dan tafsir
2

 

Pengajar dalam  kajian berbasis kitab kuning 4 Praktisi di bidang al-Qur’an dan Tafsir
5 Enterpreneur berwawasan Qur’ani

VISI DAN MISI

Visi :

Menjadi program studi sebagai pusat pendidikan, penelitian al-Qur’an dan Tafsir di kawasan Indonesia Timur dan menghasilkan sarjana Qur’ani yang berwawasan progresif dan responsif serta berkontribusi pada kemajuan masyarakat multikultural (2021)

Misi :

  1. Menyelenggarakan pendidikan ilmu al-Qur’an dan Tafsir yang aktual, kontekstual, pluralis, dan transformatif untuk membentuk pribadi yang progresif dan responsif ;
  2. Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada pengembangan wawasan, penguatan metodologi dan aplikasinya dalam bidang ilmu al-Qur’an dan Tafsir;
  3. Mengembangkan kemampuan dalam memahami al-Qur’an  secara tekstual dan kontekstual melalui pengabdian kepada masyarakat menuju pemahaman Islam yang progresif dan responsif terhadap kemajuan masyarakat multikultural;
  4. Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga yang berorientasi pada pengembangan studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di tingkat lokal, nasional dan internasional.

[/vc_column_text][/vc_tta_section][vc_tta_section title=”Sejarah Peradaban Islam” tab_id=”1500454612558-cc22145d-e1cd”][vc_column_text 0=””]SK Dirjen No. 1339 Tahun 2014

SELAYANG PANDANG

Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dulu SKI, berada di bawah satuan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dilingkungan IAIN Manado sejak tahun 2014, berdasarkan SK Dirjen No. 1339 Tahun 2014. Program Studi SPI bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kelimuan Islam untuk program sarjana. kehadiran Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) menjadi penting agar sumber daya manusia Indonesia, khususnya di Indonesia Timur yang kaya akan tradisi dan kebudayaan Islam, dapat memanfaatkannya sebagai pedoman, petunjuk, dan tata nilai dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan.

Meskipun kehadiran Prodi SPI di Perguruan Tinggi IAIN Manado telah didahului oleh PTKIN lain, kehadiran prodi SPI dimaksudkan sebagai respon dari adanya prospek outputnya yang cukup cerah dan sangat dibutuhkan oleh institusi kesejarahan, seperti museum, lembaga arsip, dan balai peninggalan sejarah dan budaya.

Pada saat ini prodi SPI di IAIN Manado secara keseluruhan memiliki fungsi:

  1. Mengembangkan misi sebagai lembaga pengembangan keilmuan atau kajian ilmu keislaman, dan sebagai lembaga keagamaan yang berusaha membangun sikap dan perilaku terhadap agama (Islam) yang diyakini atas dasar ilmu keislaman.
  2. Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional, mengembangkan misi untuk menyiapkan calon-calon lulusan yang mampu mengintegrasikan kepribadian Islam dengan intelektual akademiknya sesuai dengan bidang keahlian atau konsentrasi yang ditekuni.
  3. Sebagai bagian integral dari system pendidikan nasional berupaya menyiapkan calon lulusan yang unggul dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional.

VISI DAN MISI PRODI SEJARAH PERADABAN ISLAM

Visi :

Menjadi program studi sebagai pusat pendidikan dan pengkajian ilmu sejarah dan kebudayaan Islam yang berkontribusi pada kemajuan masyarakat multikultural di wilayah Indonesia Timur tahun 2021.

Misi :

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran dalam bidang sejarah kebudayaan Islam yang memacu daya kognitif, kreatif dan inovatif.
  2. Meningkatkan penelitian dalam bidang sejarah kebudayaan Islam sebagai media pengembangan intelektual dan pemecaham problem sosial.
  3. Meningkatkan peran serta prodi dalam bidang kesejarahan Islam di masyarakat
  4. Memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan tridharma perguruan tinggi.

Tujuan :

  1. Penguatan dan pengembangan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian.
  2. Penguatan dan pengembangan tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.
  3. Penguatan dan pengembangan kualitas mahasiswa dan lulusan.
  4. Penguatan dan pengembangan sumber daya manusia.
  5. Penguatan dan pengembangan kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik.
  6. Penguatan dan pengembangan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi.

Profil Lulusan:

  1. Menjadi Sejarawan dan arkeolog
  2. Menjadi Peneliti sejarah dan kebudayaan Islam
  3. Menjadi Analis muda naskah-naskah klasik
  4. Menjadi Pegawai di museum, lembaga kearsipan, dan balai pelestarian sejarah dan budaya
  5. Menjadi Pengajar di pendidikan tingkat menengah

[/vc_column_text][/vc_tta_section][vc_tta_section title=”Sosiologi Agama” tab_id=”1500454614309-69c45098-828e”][vc_column_text 0=””]SK Dirjen No. 1494 Tahun 2014

Sosiologi Agama

Secara historis awal munculnya Prodi Sosiologi Agama dikenal sebagai program studi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di lingkungan IAIN Manado sekitar tahun 2014 sebagai respon dari adanya prospek outputnya yang cukup cerah dan sangat dibutuhkan, terlebih khusus munculnya berbagai macam problematika sosial di tengah masyarakat, konflik antar agama, karenanya dibutuhkan ahli dalam melakukan pemberdayaan masyarakat antar agama yang menguasai betul teori, konsep maupun praksisnya.

Melihat kiprah yang dapat dilakukan oleh output prodi Sosiologi Agama dibandingkan dengan luasnya ruang kiprah alumni secara geografis tentu Sosiologi Agama perlu dikembangkan dibeberapa wilayah ditanah air. Khusus di IAIN Manado, pembukaan Prodi Sosiologi Agama resmi dibuka dan menerima mahasiswa baru tahun 2014 sampai dengan sekarang.

Pada saat ini prodi Sosiologi Agama lebih menekankan pada Ahli dalam pemberdayaan masyarakat multikultural serta Akademisi (Pengajar dan Peneliti). Prodi Sosiologi Agama sebagai bagian dari IAIN Manado secara keseluruhan yang fungsinya:

  1. Mengembangkan misi sebagai lembaga pengembangan keilmuan atau kajian ilmu keislaman, dan sebagai lembaga keagamaan yang berusaha membangun sikap dan perilaku terhadap agama (Islam) yang diyakini atas dasar ilmu keislaman.
  2. Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional, mengembangkan misi untuk menyiapkan calon-calon lulusan yang mampu mengintegrasikan kepribadian islam dengan intelektual akademiknya sesuai dengan bidang keahlian atau konsentrasi yang ditekuni.
  3. Sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional berupaya menyiapkan calon lulusan yang unggul dan komparatif sesuai standar mutu nasional dan internasional.

Profil Lulusan

Menyiapkan Lulusan Sosiologi Agama menjadi calon:

  1. Ahli dalam pemberdayaan masyarakat multikultural;
  2. Peneliti sosial keagamaan;
  3. Pekerja sosial dalam bidang sosial keagamaan;
  4. Pengajar di pendidikan tingkat menengah;
  5. Enterpreuner atau PNS.

Visi Prodi Sosiologi Agama

Menjadi program studi sebagai pusat pendidikan dan pengkajian sosiologi Agama dengan paradigma keagamaan Islam yang berkontribusi pada sinergitas hubungan sosial-masayarakat multikultural di kawasan Indonesia Timur tahun 2021.

Misi Prodi Sosiologi Agama

  1. Mengembangkan pola pengajaran dan pembelajaran yang memacu daya kreatif dan inovatif
  2. Menciptakan budaya meneliti dan menulis sebagai media pengembangan intelektual dan pemecahan problem sosial dan keagamaan
  3. Menanamkan prinsip etika religius dan akhlak mulia sebagai dasar pembangunan manusia yang unggul
  4. Meningkatkan kualitas penelitian sosial keagamaan yang bersinergi dengan kajian multikultural

[/vc_column_text][/vc_tta_section][vc_tta_section title=”Management Dakwah” tab_id=”1500454615280-8121998b-546b”][vc_column_text 0=””]SK Dirjen No. 541 Tahun 2015

Manajemen Dakwah

Berangkat dari pemahaman Dakwah sebagai aktivitas dan ilmu, IAIN Manado mendirikan Program Studi Manajemen Dakwah pada Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah sejak tahun 2014 lalu. Prodi ini merupakan salah satu jurusan di lingkungan STAIN Manado, kemudian setelah STAIN beralih status menjadi IAIN pada tahun 2015 sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 147 tahun 2014 tentang perubahan STAIN Manado menjadi IAIN MANADO, maka Jurusan Manajemen Dakwah (MD) berubah menjadi Program Studi Manajemen Dakwah di bawah naungan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

Dakwah dipahami sebagai sebuah ilmu yang terikat dengan disiplin-disiplin keilmuan lain. Dalam hal metodologis misalnya, ilmu dakwah menilai perlunya mengadopsi konsep dan teori keilmuan yang telah mapan. Hal demikian dimaksudkan agar dakwah sebagai ilmu dapat tetap eksis ditengah pesatnya perkembangan keilmuan modern. Dari sini, dakwah  kemudian mendapat porsi yang harus diteliti, dipelajari sekaligus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kehidupan sosial saat ini sedang diperhadapkan dengan problem kemanusiaan yang begitu kompleks. Kemiskinan, konflik antar golongan, patologi sosial hingga tindakan kriminal menjadi fenomena yang tak terbendung. Ditambah dengan kondisi masyarakat multikultural yang mesti dihadapi dengan manajemen dakwah yang profesional dan proporsional.

Profil Lulusan

Menyiapkan Lulusan manajemen dakwah menjadi calon:

  1. Menjadi dai/dai’ah profesional berwawasan multicultural
    • Menjadi da’i/da’iyah profesional yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas berkaitan dengan agama dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya,
    • Memiliki perilaku yang bermoral tinggi,
    • Mengetahui kebutuhan masyarakat yang bersumber dari berbagai fenomena dan kejadian yang terjadi dalam masyarakat
  2. Menjadi peneliti dibidang ilmu manajen dakwah
  • Memiliki kemampuan penelitian dibidang ilmu manajemen dakwah,
  • Menguasai metodologi serta terampil dalam menulis dan memproduksi pengetahuan dibidang ilmu dakwah.
  1. Menjadi pengelola pada lembaga dakwah (profit/non profit) organisasi masyarakat, NGO, organisasi politik, pengelolaan lembaga Islam baik di instansi pemerintah, swasta dan lembaga lain
    • Memiliki keterampilan dalam mengelola lembaga-lembaga dakwah dan kemasyarakatan dengan pendekatan manajemen secara profesional,
    • Mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai untuk mengurangi konflik,
    • Mengetahui kebutuhan lembaga secara individu maupun kelompok.
  2. Menjadi ahli komunikasi di bidang dakwah keagamaan berbasis multicultural
  • Memiliki kemampuan komunikasi dalam memberikan penjelasan dan pendampingan terhadap penceramah dan lembaga-lembaga dakwah lainnya,
  • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
  • Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika;
  • Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;
  • Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
  • Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
  • Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
  • Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
  • Memiliki sikap menolong tanpa pamrih,
  • Memiliki kepekaan dan ketertarikan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Visi Program Studi MD :

“Menjadi pusat pendidikan dan pengkajian Manajemen Dakwah yang progresif dan responsif dengan sosio-kultural Islam di kawasan Indonesia Timur dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat multikultural (2021)

Misi Program Studi MD :

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran dalam bidang Manajemen Dakwah.
  2. Meningkatkan penelitian dalam bidang Manajemen Dakwah.
  3. Meningkatkan peran serta Prodi dalam bidang Manajemen Dakwah di masyarakat multikultural.
  4. Memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan tridharma Perguruan Tinggi.

 

[/vc_column_text][/vc_tta_section][vc_tta_section title=”Psikologi Islam” tab_id=”1500717389717-bc311adb-6060″][vc_column_text]Program Studi Pikologi Islam

Saat ini psikologi sekuler mengalami krisis dan kebuntuan ketika memaknai manusia. Hal ini  dikarenakan, para ilmuan dan praktisi psikologi sekuler hanya memfokuskan penelitiannya pada hal-hal yang empiris saja. Psikologi terkesan hanya membahas tentang fakta-fakta realitas (perilaku) dan jarang mengkaji dan mengobservasi dimensi lain yang menjadi sumber terjadinya peristiwa-peristiwa mental tersebut. Seiring berjalannya waktu, para ilmuan psikologi barat telah menyadari bahwa diperlukan pendekatan baru dalam pengembangan psikologi. Salah satunya adalah dengan menghadirkan nilai-nilai Islam. Psikologi Islam hadir untuk melakukan metode pendekatan yang berbeda dengan memfungsikan akal dan keimanan.

Psikologi Islam hadir berdasarkan pada tiga asumsi: pertama, para ahli mensinyalir bahwa abad ini adalah zamannya kecemasan (anxiety) dan kegelisahan (restlessness). Dunia mengalami krisis moral dan kepercayaan, sehingga kondisi kejiwaan seseorang mulai membutuhkan suasana yang menyejukkan. Salah satu solusi yang dipandang cukup signifikan dalam menyelesaikan problem kejiwaan tersebut adalah dengan menghadirkan diskursus psikologi. Kedua, psikologi kontemporer sekuler yang hanya semata-mata menggunakan kemampuan intelektual belum mampu memecahkan problem kejiwaan manusia, dan memang sesuai dengan cirinya yang netral-etikantrophosentris, psikologi ini memaksakan diri hanya pada pendekatan empiris. Akibatnya, psikologi tercerabut dari akar pengertiannya yang semula bermaksud membahas tentang jiwa manusia dialihkan pada pembahasan “gejala jiwa”. Perubahan ini memunculkan kritik terhadap keberadaan psikologi, yang didefinisikan sebagai “ilmu jiwa yang tidak mempelajari jiwa, atau ilmu jiwa yang mempelajari manusia tidak berjiwa”.

Program Studi Psikologi Islam adalah salah satu dari lima program studi yang ada  di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Manado. Pembukaan prodi ini dilatabelakangi oleh keinginan untuk Islamisasi sains khususnya dalam bidang Psikologi.  Sehingga diharapkan nanti program studi psikologi Islam dapat melahirkan para sarjana psikologi yang tidak hanya mampu menguasai teori dan praksis ilmu psikologi, namun juga secara pribadi memiliki karakter yang Islami.

Profil Lulusan

  1. Menjadi Ilmuan dalam bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  2. Menjadi akademisi dalam bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  3. Menjadi Praktisi bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  4. Menjadi Peneliti bidang psikologi khususnya psikologi Islam

Dijabarkan dalam:

  1. Mampu menguasai teori-teori psikologi modern serta teori psikologi yang berkembang di dunia Islam;
  2. Mampu menguasai prinsip dasar psikodiagnostik terutama dalam observasi dan wawancara;
  3. Mampu melakukan penelitian dengan pengintegrasian ilmu-ilmu keislaman dan  psikologi;
  4. Mampu membantu psikolog dan konselor dalam membantu mengatasi problema psikologis dengan mengaplikasikan ajaran tasawuf;
  5. Mampu berperilaku etis dan menghargai pluralitas;
  1. Mampu melakukan intervensi psikologis sesuai dengan batas kewenangan keilmuan psikologi;
  2. Mampu bekerjasama dan atau melakukan interkorelasi dengan disiplin ilmu lain.

 

[/vc_column_text][/vc_tta_section][/vc_tta_tabs][/vc_column][/vc_row]