Piskologi Islam

Program Studi Pikologi Islam

Saat ini psikologi sekuler mengalami krisis dan kebuntuan ketika memaknai manusia. Hal ini  dikarenakan, para ilmuan dan praktisi psikologi sekuler hanya memfokuskan penelitiannya pada hal-hal yang empiris saja. Psikologi terkesan hanya membahas tentang fakta-fakta realitas (perilaku) dan jarang mengkaji dan mengobservasi dimensi lain yang menjadi sumber terjadinya peristiwa-peristiwa mental tersebut. Seiring berjalannya waktu, para ilmuan psikologi barat telah menyadari bahwa diperlukan pendekatan baru dalam pengembangan psikologi. Salah satunya adalah dengan menghadirkan nilai-nilai Islam. Psikologi Islam hadir untuk melakukan metode pendekatan yang berbeda dengan memfungsikan akal dan keimanan.

Psikologi Islam hadir berdasarkan pada tiga asumsi: pertama, para ahli mensinyalir bahwa abad ini adalah zamannya kecemasan (anxiety) dan kegelisahan (restlessness). Dunia mengalami krisis moral dan kepercayaan, sehingga kondisi kejiwaan seseorang mulai membutuhkan suasana yang menyejukkan. Salah satu solusi yang dipandang cukup signifikan dalam menyelesaikan problem kejiwaan tersebut adalah dengan menghadirkan diskursus psikologi. Kedua, psikologi kontemporer sekuler yang hanya semata-mata menggunakan kemampuan intelektual belum mampu memecahkan problem kejiwaan manusia, dan memang sesuai dengan cirinya yang netral-etikantrophosentris, psikologi ini memaksakan diri hanya pada pendekatan empiris. Akibatnya, psikologi tercerabut dari akar pengertiannya yang semula bermaksud membahas tentang jiwa manusia dialihkan pada pembahasan “gejala jiwa”. Perubahan ini memunculkan kritik terhadap keberadaan psikologi, yang didefinisikan sebagai “ilmu jiwa yang tidak mempelajari jiwa, atau ilmu jiwa yang mempelajari manusia tidak berjiwa”.

Program Studi Psikologi Islam adalah salah satu dari lima program studi yang ada  di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Manado. Pembukaan prodi ini dilatabelakangi oleh keinginan untuk Islamisasi sains khususnya dalam bidang Psikologi.  Sehingga diharapkan nanti program studi psikologi Islam dapat melahirkan para sarjana psikologi yang tidak hanya mampu menguasai teori dan praksis ilmu psikologi, namun juga secara pribadi memiliki karakter yang Islami.

Profil Lulusan

  1. Menjadi Ilmuan dalam bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  2. Menjadi akademisi dalam bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  3. Menjadi Praktisi bidang psikologi khususnya psikologi Islam
  4. Menjadi Peneliti bidang psikologi khususnya psikologi Islam

 

 

 

Dijabarkan dalam:

  1. Mampu menguasai teori-teori psikologi modern serta teori psikologi yang berkembang di dunia Islam;
  2. Mampu menguasai prinsip dasar psikodiagnostik terutama dalam observasi dan wawancara;
  3. Mampu melakukan penelitian dengan pengintegrasian ilmu-ilmu keislaman dan  psikologi;
  4. Mampu membantu psikolog dan konselor dalam membantu mengatasi problema psikologis dengan mengaplikasikan ajaran tasawuf;
  5. Mampu berperilaku etis dan menghargai pluralitas;
  1. Mampu melakukan intervensi psikologis sesuai dengan batas kewenangan keilmuan psikologi;
  2. Mampu bekerjasama dan atau melakukan interkorelasi dengan disiplin ilmu lain.